catatan penting seorang tyas

Susahnya Parkir di ITB

Posted on: October 31, 2008

Parkir di ITB??

Kemarin saya datang ke kampus agak siang, karena memang saya baru ada kuliah jam 3 sore. Tapi karena punya janji dengan teman saya, Wiwid untuk latian nari, jadilah saya datang lebih awal. Sekitar jam 1. Saya tahu, kalau sudah jam segitu, pasti akan sangat sulit mendapat parkir di dekat kampus. Dan benar saja, saya datang dari arah Taman Sari-Gelap Nyawang, di Gelap Nyawang-Skanda, badan jalan sudah dipenuhi mobil2 yang berjejer, saya memilih lewat jalan Ciung Wanara, berharap bisa mendapat parkir di sekitar sana, yang lebih dekat dengan gerbang parkir SR. ternyata, Ciung Wanara juga penuh. Ok. Saya berharap siapa tahu bisa menggunakan jasa valet service yang dimiliki oleh petugas lapangan parkir SR, tapi seperti yang saya duga, sudah tidak memungkinkan…bahkan mobil2 yang di-valet pun sampai berjejer di pintu masuk area parkir. Huff… ok, saya menjelajah jalan Ganesha, sama saja…badan jalan sudah dipenuhi mobil2. Dan saya terpaksa berputar ke jalan Skanda-Gelap Nyawang-Ciung Wanara. Berharap ada parkiran yang kosong. Bayangkan,,saya sampai harus berputar-putar sebanyak 2-3 kali keliling untuk bisa mendapat parkir di sekitar kampus saya..dan itu membutuhkan waktu sekitar 15 menit !!…waaaw…benar2 perjuangan…

Jadi terpikir,,kalau saya sedang telat kuliah, lalu masih harus menghabiskan waktu untuk mencari parkir 15 menit, belum jalan dari parkir menuju ruang kelas 10 menit, lalu saya sampai ruang kelas jam berapa???ckckck…

Fenomena yang terjadi di kampus saya…jumlah kendaraan meningkat begitu pesat. Kalau dulu waktu saya tingkat 1 bisa dihitung berapa mobil dan motor yang ada di lapangan parkir SR, lapangan parkir resmi yang disediakan oleh ITB (karena kendaraan mahasiswa dilarang masuk ke dalam kampus ITB). Sekarang, lapangan parkir itu sudah tidak memadai lagi. Jumlah motor bertambah sangat banyak. Mobil pun demikian, hingga harus parkir di sepanjang badan jalan Ganesha, Skanda, Gelap Nyawang dan Ciung Wanara.

Sebenarnya hal tersebut kan membawa eksternalitas negatif bagi lingkungan sekitar..istilah gampangnya dampak negatif deh. Coba, lingkungan sekitar pasti banyak merasa dirugikan dengan adanya penggunaan parkir di badan jalan sekitar kampus ITB. Jalan jadi lebih sempit kan? Masyarakat yang ingin lewat jalan-jalan tersebut merasa tidak nyaman, terganggu, belum lagi macetnya..pokoknya banyak deh dampak negatifnya..

Saya sebenarnya sebal melihat fenomena ini terjadi di kampus saya sendiri. Tapi kalau mau menyalahkan, rasanya tidak etis menyalahkan satu pihak saja. Apakah ITB yang kurang menyediakan fasilitas parkir bagi mahasiswanya? Atau mahasiswanya yang harusnya disadarkan untuk tidak membawa kendaraan pribadi ke kampus? Kadang merasa sebal juga melihat para mahasiswa yang mayoritas anak kosan itu, yang biasanya kostnya dekat dengan kampus, tetap membawa mobil ke kampus. Haduuuh..kenapa ndak pakai angkutan umum saja sih? Kost mahasiswa kan kebanyakan di daerah Cisitu, Dago, Kanayakan, Pelesiran, Kebon Bibit dan sekitarnya, rasanya cukup dekat, dan masih mudah ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Kenapa harus tetap membawa kendaraan pribadi?

Hmm… ya,,saya sendiri termasuk mahasiswa yang membawa kendaraan pribadi memang,, tapi bukan tidak beralasan saya membawa kendaraan untuk ke kampus. Rumah saya terletak di Cimahi, dan orang-orang tahu kalau rumah saya dinilai cukup jauh jaraknya dari kampus. Sebenarnya sih untuk ukuran orang Jakarta, jarak segitu tidak terlalu jauh. Kalau membawa kendaraan sendiri bisa ditempuh dalam waktu 20-45 menit. Tapi memang kalau dengan menggunakan kendaraan umum…wheeeew…paling cepat bisa ditempuh dalam waktu 1 jam. Kalau lagi apes bisa satu setengah jam atau bahkan lebih..ckckck… Selain itu, setelah dihitung2, ternyata ongkos untuk menggunakan kendaraan umum dengan membawa kendaraan pribadi (untuk jarak yang cukup jauh itu) ternyata sama saja. Wajar dong untuk efisiensi waktu, saya memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi ke kampus.

Tapi, dengan rumah yang sejauh itupun saya kadang masih suka memilih untuk menggunakan kendaraan umum kalau sedang tidak terburu2, sedang tidak membawa tugas2 yang banyak (biasanya bawa maket atau gulungan kertas gambar untuk tugas studio), atau malas terkena macet sewaktu pulang kuliah.

Dulu saya pernah jadi anak kost. Saya ngekost di daerah Cisitu Baru. dan pada saat nge-kost itu saya benar2 merasa tidak membutuhkan kendaraan pribadi. Toh, untuk menuju ke kampus cuma perlu 1x angkot, ke BIP 1x angkot, ke Ciwalk 1x angkot, ke Stasiun kereta pun cukup dengan 1x angkot… sangat mudah bukan? Toh jarak di bandung ini tidak jauh2 koq, dan masih bisa diakses dengan mudah menggunakan angkot. Apalagi kalau hanya sekedar untuk ke kampus..

Yaa…saya hanya ingin bilang pada teman2 sekampus saya, kalau toh memang masih bisa menggunakan kendaraan umum ke kampus, janganlah membawa kendaraan pribadi. Banyak sekali dampak yang kita buat akibat membawa kendaraan pribadi ke kampus. Baik itu untuk lingkungan, masyarakat sekitar, bahkan kita si mahasiswa ITB-nya itu sendiri. Maka,,hayo teman-temanku…kurangilah membawa kendaraan ke kampus….!!

Advertisements

4 Responses to "Susahnya Parkir di ITB"

He2, iya nih,.
Pertambahan kendaraan setiap tahun begitu signifikan, apalagi rekan-rekan mahasiswa baru semakin banyak yang membawa kendaraan sendiri,. 😦

lihat tuh di parkiran sipil.. ampe nyempil2 tuh mobil,ckck…

@ dwinanto:
gimana cara menguranginya ya?harus kesadaran dari dalam diri masing2 sih..huff…

@ ratih:
haduh tih..di parkir SR kalo udah siang ga mungkin bisa parkir sendiri, nitip kunci sama tukang parkirnya aja udah gak bisa.. saking penuhnya tu parkiran…terpaksa muter2 kaya’ gw itulah biar bisa dapet parkir…*kejamnya dunia perparkiran di ITB*

Halo,

Salam kenal. Kami suka dengan tema tulisan kamu tentang pengalaman kamu di ITB.

Begini, LPM ITB sedang membuat situs antarmuka untuk menjembatani mahasiswa- alumni ITB, dengan siswa SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat ke ITB, untuk bisa bertukar informasi. Tujuannya, adalah untuk mengurangi kasus “salah pilih jurusan” sebelum memutuskan masuk ke ITB, juga membuat siswa SMU mengenal lebih dekat kehidupan mahasiswa ITB, dengan harapan, mereka bisa mengoptimalkan waktu belajarnya di kampus.

Kami berusaha untuk mengurangi bias informasi seputar jurusan di ITB, bagi siswa SMU, sehingga mereka punya spektrum yang luas dan berimbang seputar disiplin jurusan, bahkan aktivitas mahasiswa ITB.

Kalau Kamu bersedia, silakan berkunjung, berdiskusi, berbagi, dan jangan lupa untuk menjawab keingintahuan siswa- siswa SMU dari seluruh Indonesia, tentang ITB.

Oh iya, tulisan ini juga bisa lho, kalau mau diposting .

Regards,

Layanan Produksi Multimedia ITB
http://www.masukitb.com
http://multimedia.itb.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 6,690 hits
Advertisements
%d bloggers like this: