catatan penting seorang tyas

more traffic = more ways?

Posted on: December 22, 2010

Setiap pagi dalam perjalanan menuju kantor saya selalu melihat tulisan itu

“Mohon doa restu, Akan dibangun jalan layang non tol ruas antasari-prapanca”

hmmm….

tiba-tiba saya tergugah untuk berkomentar. apa tujuannya? mengatasi kemacetankah? bagaimana dampaknya terhadap lingkungan sekitar? apakah pembangunan itu akan mengatasi permasalahan yang ada? atau nantinya hanya akan membawa dampak yang lebih buruk?

Kalau yang terbayang dalam pikiran saya nantinya di ruas jalan itu akan terdapat dua susun jalan. Atas dan bawah. Pohon-pohon di kiri-kanan jalan Antasari-Prapanca sebentar lagi akan jadi almarhum. Gersang. Panas. Polusi. Mungkin 3 bulan pertama jalan itu bisa mengatasi kemacetan, namun dalam waktu 1 tahun kemudian saya kira jalanan tersebut tetap akan penuh dengan kendaraan.

Saya teringat dengan Jalan Margonda Raya di kota Depok, kota dimana saya menghabiskan masa kecil hingga SMA.  Dulu, di kiri-kanan jalan margonda banyak pepohonan, membuat jalan utama di kota depok itu cukup teduh. Lalu baru-baru ini jalan tersebut dilebarkan. Dari yang tadinya hanya 4 jalur, sekarang menjadi 6 jalur!! pepohonan dan trotoar yang dulu bisa digunakan untuk pejalan kaki, sekarang sudah tidak ada, yang ada hanyalah jalanan dengan  6 jalur yang gersang, panas, terik, dan TETAP PADAT oleh kendaraan.

so?

Apakah pembangunan itu akan mengatasi masalah kemacetan yg semakin parah di Jakarta ini? saya kurang yakin.  Solusi dari bertambah parahnya kemacetan bukanlah menambah jalanan.

Tidak adakah cara lain untuk mengatasi fenomena kemacetan yang terjadi di kota Jakarta dan sekitarnya ini?

Ruas Antaasari-Prapanca adalah salah satu ruas di kota Jakarta yang masih hijau, karena masih banyak pepohonan besar di kiri-kanan jalan ini.  Jika nanti pembangunan tersebut jadi dilaksanakan, makin berkuranglah “ruas hijau” di Jakarta Selatan ini. Padahal dibanding dengan area Jakarta lainnya, Jakarta Selatan masih dibilang relatif hijau. Jangan sampai Jakarta Selatan pun ikut “gersang” karena pembangunan jalan yang terus menerus yang menurut saya kurang tepat sasaran.

Kita harus memikirkan alternatif lain untuk kota Jakarta agar lebih “manusiawi” bagi para penduduknya. Perbanyak ruang terbuka hijau, perbaiki fasilitas transportasi umum, cari transportasi alternatif selain kendaraan bermotor,  kendalikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, mungkin itu yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Tapi jangan tambah lagi jalanan di kota ini.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

December 2010
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 6,670 hits
Advertisements
%d bloggers like this: